Kisah Gali Jogja, Korban Dorrr Petrus

Museum TV

0
468

Gali Jogja – Peristiwa petrus merupakan peristiwa penghilangan/penembakan/pembunuhan yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Jogja. Petrus merupakan akronim dari Penembak Misterius, Penembakan Misterius, dan Pembunuhan Misterius.

Operasi Petrus terjadi pada akhir tahun 1981 hingga tahun 1985. Korban yang menjadi sasaran adalah orang–orang yang dicap & diklasifikasikan oleh Tentara, sebagai orang jahat dan seringkali diidentikkan sebagai pelaku kriminal.

Sebutan yang paling sering ditujukan pada para korban di Jogja adalah gali. Umumnya dipahami sebagai akronim dari “gabungan anak liar”.  Sederajat  dengan sebutan bromocorah, bandit, preman,& residivis.

Baca Juga : Nasib Tragis Korban Petrus yang Kebal Peluru

Akibat peristiwa petrus, ratusan orang yang dicap kriminil dan gali, mati terbunuh atau hilang begitu saja tanpa proses pengadilan. Di Yogyakarta, peristiwa petrus lebih dikenal sebagai Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) yang menyasar para gali jogja.

Sebuah operasi gabungan pemberantasan kejahatan yang diprakarsai Letkol   M. Hasbi—waktu itu menjabat sebagai komandan Garnizun Yogya. Sekedar catatan, Setelah menjadi Komandan, M Hasbi menjadi Bupati Boyolali dan Menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Golkar.

Di Jogja, pentolan Gali banyak yang diDorrrrr, termasuk Supeno. Ada juga Samudi Blekok yang mati tergeletak, dengan muka rusak di Kotagede. Pada masa jayanya, Blekok dikenal sebagai orang kuat dalam kelompok Slamet Gaplek.

Baca Juga :  Akhir Perjalanan Slamet Gaplek

Kelompok ini mempunyai daerah kekuasaan diseputar pertokoan Ngampilan dan Wirobrajan. Mereka sekali menarik upeti dari pemilik toko. Blekok, memiliki tubuh yang kekar dan berkulit hitam.  Kemana-mana ia biasa mengendarai sepeda motor bersetang tinggi. Di Pinggang, senantiasa terselip senjata kebanggannya, sebuah trisula.

Blekok, pintar main gitar dan sering membawa lagu-lagu Rolling Stone. Sedikit-sedikit, ia bisa berbahasa Inggris. Di sisi lain , Blekok sangat populer dimata para bule yang nongkrong seputar Sosrowijayan.  Sering runtang-runtung bersama cewek kulit putih sepanjang Malioboro. Saking dekatnya, orang-orang bule memanggil Blekok dengan sebutan Black Sam.

Saat operasi Petrus memanas di Jogja tahun 1983 yang menyasar para gali jogja, Blekok meninggalkan Jogja. Setelah Blekok menganggap jogja sudah aman, ia kembali ke Jogja, Namun nasib Blekok nahas, ia menjadi korban Petrus dengan luka dileher dan kepala.

Beberapa kajian ilmiah, menyebutkan bahwa istilah penembakan misterius /Petrus  sebenarnya ambigu karena pelakunya sudah dianggap jelas. Yakni, pemerintahan Soeharto sebagai penguasa rezim Orde Baru pada masa itu.

Istilah “Misterius”  sengaja diciptakan agar seolah-olah persitiwa ini terkaburkan. Namun demikian, yang jelas terjadi adalah banyaknya jumlah korban yang diDor dan dilenyapkan  tanpa melalui proses pengadilan.

Yuk tonton kisah gali jogja yang didorr aparat di Museum TV, yuks cus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here