Slamet Saroyo

Slamet Saroyo – Jenazah Selamet Saroyo, aktivis yang menyelidiki korupsi pembangunan gedung Kampus Antara FE UII itu disholatkan di masjid kampus jl.Cik Di Tiro. Ratusan mahasiswa berkumpul di masjid kampus dalam suasana berkabung. Sebagian mahasiswa berlinang air mata.

Mereka bersoidaritas dan mengirim doa, mengantarkan roh Sang Sahid yang telah membongkar kasus dugaan korupsi pembangunan kampus itu,menghadap Allah SWT. Jenazah Slamet Saroyo dimakam di tanah kelahirannya, Desa Dewi, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Geger UII Jogja yang telah menewaskan Selamet Saroyo itu sampai juga di pengadilan. Pengadilan hanya menyidangkan kasus Bentrokan Berdarah  antara  kelompok Slamet Saroyo &  Kelompok mahasiswa yang pro terhadap Effendy Ary. Sementara kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan tim reevaluasi kampus ke Kejaksaan Negeri Yogyakarta, berujung pada ketidakjelasan.

Baca Juga : Awal Kronologi Berdarah Slamet Saroyo

Padahal tim reevaluasi kampus Antara bersama 50an mahaiswa  itu sudah datang ke Kejaksaan Negeri Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober 1989, untuk melakukan pengaduan dan menyerahkan  dokumen setebal 80 halaman berjudul “Kampus Antara di Sela-Sela Kebobrokan”  atau yang dikenal dengan “Buku Merah”.

Buku Merah itu sebagai bukti bahwa terjadi penyelewengan dalam proses pembangunan Kampus Antara. Namun, kejaksaan Negeri Yogyakarta mengehentikan pengusutan atas pengaduan tim reevaluasi kampus karena sebab-sebab yang tidak jelas.

Baca Juga : Slamet Saroyo Menebus Idealisme dengan Kematian

Sampai sekarang, Skandal Korupsi Pembangunan Kampus Antara yang kini difungsikan sebagai Fakultas Bisnis & Ekonomi UII itu tak pernah dipersoalkan lagi. Kasus yang bikin geger UII Jogja pada tahun 1989 itu dipeti-eskan. Kasus itu dihentikan oleh kongkalikong kekuatan-kekekuatan yang tak pernah terungkap.

Yuks tonton video kronologi kasus pembunuhan yang dipetieskan di Youtube Museum TV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here