Gali Jogja
Sejarah Gali & Petrus Jogja

Modus Operasi Petrus 1983-1985, para preman dijemput, ditahan, disiksa, Kemudian Didorrr aparat. Namun, untuk Preman Semarang, Magelang, dan Jogja yang kebal, mereka ditali dan dibuang ke Kluweng di Mijahan, Semanu Gunung Kidul.

Pada Tahun 80an muncul tragedi Penembakan Misterius atau yang dikenal dengan Petrus. Penembakan secara sistematis dan serentak di berbagai kota. Obyeknya adalah para preman, Gali, bekas tahanan, dan orang yang dicap sebagai preman.

Para preman tidak dibawa ke pengadilan, tapi dijemput di rumah, ditahan, disiksa, dan didoorr. Lalu mayat-mayatnya dibuang secara serampangan. Mulai dari dibuang di kali, di perempatan dekat keramaian, hingga dibuang ke Goa Vertikal yang tersebar di wilayah Gunung Kidul.

Tonton Juga : Teror Karung Goni di Jogja 1983

Masyarakat lokal Wonosari menyebut goa vertikal tersebut sebagai Kluweng. Preman yang dibuang ke Kluweng bukan bukan preman sembarangan. Kemungkina besar preman yang dibuang ke kluweng adalah preman yang kebal Peluru.

Aparat punya pendekatan yang berbeda bagi Preman yang memiliki ilmu kebal. Untuk membunuh preman kebal, peluru bukan pilihan. Tali adalah pilihan utama. Para preman yang tertangkap ditali tangan dan kakinya seperti ayam yang hendak digorok.

Setelah ditali tangan dan kakinya, dan dipastikan sudah tidak bisa melawan. Aparat membawa preman-preman kebal peluru itu dari Semarang, Magelang dan Yogyakarta itu dibawa ke Kluweng yang terletak di Desa Mijahan , Kecamatan Semanu, Gunung Kidul, YK.

Sesampainya di Kluweng, para preman-preman itu bukan didorr, para aparat petrus memasksa mereka berjalan sambil jongkok ke arah lubang Kluweng lalu tercebur ke Kluweng yang sangat dalam.

Kluweng di Mijahan, Semanu, Gunug Kidul itu menjadi saksi aksi biadab para aparat menyiksa dan membunuh preman-preman yang kebal Peluru asal Semarang, Magelang, dan Jogja.

Simak Video selengkapnya di sini bung:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here