Serat Al-Fatekah

Judul : Serat Al-Fatekah

Letak : Rekso Pustoko Puro Mangkunegaran

Kode : A.1

Bahasa : Jawa & Arab

Tebal : 600 Halaman

Baris : 22 baris/halaman

Aksara : Jawa

Ukuran :  21 × 32

Jenis Kertas : Kertas HVS

Kandungan Serat Al-Fatekah

Naskah tersusun dari pasal-pasal. Adapun pasal tersebut berjumlah 114. Teks diawali dengan puji-pujian kepada Allah SWT yang memeri ntah semua makhluk dan yang dimintai pertolongan pada hari akhir nanti.

Lebih lanjut, disebutkan pada bagian awal teks bahwa bacaan yang terkandung di dalamnya tidak ada yang  bersifat mengkhawatirkan dan justru sebagai panduan bacaan bagi orang-orang saleh yang percaya terhadap agama Islam, yang menjalankan sholat, yang menyedekahkan hartanya, yang percaya adanya wahyu yang diturunkan kepada para Nabi dan yang percaya akan adanya kehidupan di Akhirat.

Golongan orang-orang yang demikian itu akan dijaga oleh Allah dan mendapatkan segala kebaikan. Sementara itu, bagi orang yang kufur meskipun dinasihati ataupun tidak dinasehati pastilah tetap tidak percaya karena hati, pendengaran, dan penglihatannya telah tertutup. Orang yang kufur akan mendapatkan hukuman yang berat.

Pada bagian tengah teks dikatakan bahwa kitab Al-Quran diturunkan oleh Allah agar menjadi petunjuk. Allah yang menurunkan kitab Al-Quran ialah yang memerintah langit dan bumi beserta isinya. Selanjutnya, disebutkan apabila manusia berdoa kepada Allah tidak perlu diucapkan dengan suara yang keras karena Allah sungguh Maha Tahu.

Baca Juga : Serat Paedahipun Qulhu Allah

Teks pada bagian tengah dilanjutkan dengan kisah Nabi Musa yang mendapatkan petunjuk dari Allah dan sebagai insan pilihan yang dapat memasuki lingkaran api tanpa rasa panas, lalu tongkat yang dibawanya dapat berubah menjadi ular. Selain itu, ada pertanda di tangan kanan Nabi Musa dari Allah.

Akhirn teks tepatnya pada pasal 112 disebutkan tentang keesaan Allah. Yaitu Allah hanya satu yang bersifat abadi. Allah tidak mempunyai putra dan tidak diputrakan dan tidak ada yang menyamai Allah.

Pasal 113 pernyataan agar manusia dihindarkan dari bahaya yang muncul pada malam hari, dan bahaya yang ditimbulkan dari orang yang jahil. Terakhir, pasal 114 pernyataan agar manusia dihindarkan dari celaka yang disebabkan oleh perbuatan iblis, jin, maupun manusia.

Baca Juga : Serat Darma Laksita

Kutipan Awal Teks Serat Al-Fatekah

Fasal kaping 1. Kaaranan Al-Fatekah, kalumrahake ana ing Mekah.

Bismillahirrahmanirrakhim

Sekathahing puji kadarbe ing Allah. Gustinipun sawaranine ingkang tumitah ingkang sakalangkung amelasi. Ratunipun in dinten kiyamat. Tuwan ingkang kawulo bekteni, saha ingkang kawula suwuni pitulung.

Mugi-mugi kawula katedahna margi ingkang leres, marginipun ingkang Tuwan sihi. Sampun kawula katedahaken marginipun tetiyang ingkang tuwan bendoni, tuwin tetiyang ingkang nasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here